Kamis, 07 Juli 2011

Makalah Bimbingan Pribadi Sosial

BAB I
PENDAHULUAN

1.Latar Belakang

Konseling merupakan adaptasi dari aliran psikologi yang memfokuskan perhatiannya pada tingkah laku yang tampak. Pada hakikatnya konseling merupakan sebuah upaya pemberian bantuan dari seorang konselor kepada klien, bantuan di sini dalam pengertian sebagai upaya membantu orang lain agar ia mampu tumbuh ke arah yang dipilihnya sendiri. Dalam pandangan kaum behaviorist (termasuk konselor behavioral) manusia dianggap sebagai sesuatu yang dapat dirubah dan dibentuk, manusia bersifat mekanistik dan fasif. Banyak pendekatan dalam konseling behavioral, dari keseluruhan pendekatan yang ada semua menjurus pada pendekatan direktif dimana konselor lebih berperan aktif dalam penangan masalahnya.

Pada awal sejarah, bimbingan dimulai permulaan abad ke-20 di Amerika dengan didirikannya suatu “Vocational Burea” tahun 1980 oleh Frank parsons, yang lalu lebih terkenal dengan sebutan “The Father of Guidance”. Yang menekankan pentingnya setiap individu diberikan pertolongan agar mereka dapat mengenal atau memahami berbagai kekuatan dan kelemahan yang ada pada dirinya dengan tujuan agar dapat dipergunakan secara inteligensi dalam memilih pekerjaan yang tepat bagi dirinya.
Adapun awal kegiatan “bimbingan” di Negara Indonesia pada hakikatnya telah berakar dalam seluruh kehidupan dan perjuangan bangsa Indonesia. Dan sebenarnya di Indonesia yang memulai kegiatan bimbingan secara resmi adalah Pemerintah yang mengeluarkan SK agar di lingkungan sekolah ataupun Lembaga-lembaga Pemerintah diberikan Bimbingan Konseling, dalam upaya membantu peserta didik ataupun para pegawai mencapai dan memanfaatkan kualitas dalam dirinya dengan sebaik-baiknya.
Setelah dirasakan manfaatnya, bimbingan inipun dapat berkembang di lingkungan masyarakat. Baik yang mengelolanya individu maupun suatu instansi swasta.
Pengertian dari bimbingan itu sendiri. Bimbingan dan konseling merupakan terjemahan dari “guidance” dan “counseling”dari bahsa Inggris. Secara harfiah istilah guidance dari akar kata guide yang artinya : (1) mengarahkan (to direct); (2) memandu (to pilot); (3) mengelola (to manage); dan menyetir (to steer).
Sedangkan secara istilah Bimbingan menurut G. Motersensen dan Alan M. Schmuller adalah : “guidance may be defined as that part of the total educational program that the helps provide the personal opportunities and specialized staff services by which individual can develop to the fullest of his abilities and capacities tin term of democratic idea”
Shertzer dan Stone (1971 : 40) mengemukakan bahwa bimbingan adalah : ….process of helping an individual to understand himself and his world.
Kartadinata (1998 : 3) mengemukakan bahwa bimbingan adalah suatu proses membantu individu untuk mencapai perkembangan optimal.
Muhammad Surya (1994 : 23) mendefinisikan bimbinmgan sebagai suatu proses pemberian bantuan yang terus menerus dan sistematis dari pembimbing kepada yang dibimbing agar tercapai kemandirian dalam pemahaman diri, penerimaan diri, pengarahan diri, dan perwujudan diri dalam mencapai tingkat perkembangan yang optimal dan penyesuaian diri dengan lingkungannya.
Dalam kehidupan semua orang pasti mempunyai permasalahan tidak terkecuali anak usia sekolah.Bimbingan dan Konseling pribadi-sosial merupakan salah satu bidang bimbingan yang ada di sekolah. Yang bertujuan untuk membantu siswa dalam mencari penyelesaian dari permasalahannya serta mengarahkannya ke penyelesaian yang lebih baik
Konseling merupakan adaptasi dari aliran psikologi yang memfokuskan perhatiannya pada tingkah laku yang tampak. Pada hakikatnya konseling merupakan sebuah upaya pemberian bantuan dari seorang konselor kepada klien, bantuan di sini dalam pengertian sebagai upaya membantu orang lain agar ia mampu tumbuh ke arah yang dipilihnya sendiri. Dalam pandangan kaum behaviorist (termasuk konselor behavioral) manusia dianggap sebagai sesuatu yang dapat dirubah dan dibentuk, manusia bersifat mekanistik dan fasif. Banyak pendekatan dalam konseling behavioral, dari keseluruhan pendekatan yang ada semua menjurus pada pendekatan direktif dimana konselor lebih berperan aktif dalam penangan masalahnya.







2.Tujuan

Adapun tujuan pembuatan makalah ini adalah sebagai berikut :
a) Untuk Memenuhi tugas Mata Kulian Bimbingan dan Konseling Pribadi Sosial
b) Agar para teman-teman mahasiswa yang lain terutama Prodi BK lebih mengetahui tentang bimbingan konseling pribadi-sosial



















BAB II
PEMBAHASAN

A) Bimbingan Konseling Pribadi dan sosial

Bimbingan pribadi-sosial merupakan salah satu bidang bimbingan yang ada di sekolah. Menurut Dewa Ketut Sukardi (1993: 11) mengungkapkan bahwa bimbingan pribadi-sosial merupakan usaha bimbingan , dalam menghadapi dan memecahkan masalah pribadi-sosial, seperti penyesuaian diri, menghadapi konflik dan pergaulan.
Sedangkan menurut pendapat Abu Ahmadi (1991: 109) Bimbingan pribadi-sosial adalah, seperangkat usaha bantuan kepada peserta didik agar dapat mengahadapi sendiri masalah-masalah pribadi dan sosial yang dialaminya, mengadakan penyesuaian pribadi dan sosial, memilih kelompok sosial, memilih jenis-jenis kegiatan sosial dan kegiatan rekreatif yang bernilai guna, serta berdaya upaya sendiri dalam memecahkan masalah-masalah pribadi, rekreasi dan sosial yang dialaminya.
Inti dari pengertian bimbingan pribadi-sosial yang dikemukakan oleh Abu Ahmadi adalah, bahwa bimbingan pribadi-sosial diberikan kepada individu, agar mampu menghadapi dan memecahkan permasalahan pribadi-sosialnya secara mandiri. Hal senada juga diungkapkan oleh Syamsu Yusuf (2005: 11) yang mengungkapkan bahwa bimbingan pribadi-sosial adalah bimbingan untuk membantu para individu dalam memecahkan masalah-masalah sosial-pribadi.
Yang tergolong dalam masalah-masalah sosial-pribadi adalah masalah hubungan dengan sesama teman, dengan dosen, serta staf, permasalahan sifat dan kemampuan diri, penyesuaian diri dengan lingkungan pendidikan dan masyarakat tempat mereka tinggal dan penyelesaian konflik.
Dari beberapa pengertian diatas, dapat disimpulkan bahwa bimbingan pribadi-sosial merupakan suatu bimbingan yang diberikan oleh seorang ahli kepada individu atau kelompok, dalam membantu individu menghadapi dan memecahkan masalah-masalah pribadi-sosial, seperti penyesuaian diri, menghadapi konflik dan pergaulan.
Sedangkan Bimbingan dan Konseling pribadi dan sosial merupakan proses bantuan untuk memfasilitasi siswa agar memiliki pemahaman tentang karakteristik dirinya, kemampuan mengembangkanpotensi dirinya, kemampuan memecahkan masalah yang dihadapinya.

B) Tujuan Bimbingan Konseling Pribadi-Sosial

Membantu siswa agar mampu mengembangkan kompetensinya, sbb :

(a) Memiliki komitmen untuk mengamalkan nilai-nilai keimanan dan ketaqwaan kepada Allah Swt. Baik dalam kehidupan pribadi,keluarga, pergaulan dengan teman sebaya,sekolah, tempat kerja, masyarakat.
(b) Memiliki pemahaman tentang irama kehidupan yang bersifat fluktuatif.
(c) Memiliki pemahaman dan penerimaan diri secara objektif dan konstruktif (kelebihan dan kelemahan diri).
(d) Memiliki sikap positif atau respek terhadap diri sendiri.
(e) Memiliki sikap optimis dlm menghadapi masa depan.
(f) Memiliki kemampuan untuk melakukan pilihan secara sehat, sesuai dengan nilai2 agama, etika, dan nilai-nilai budaya.
(g) Proses bantuan untuk memfasilitasi siswa agar mampu mengembangkan pemahaman dan keterampilan berinteraksi sosial, serta memecahkan masalah-masalah sosial yang dihadapinya
(h) Membantu siswa agar mampu mengembangkan kompetensinya dalam hal sebagai berikut.

1. Bersikap respek (menghargai dan menghormati) terhadap orang lain.
2. Memiliki rasa tanggung jawab dan komitmen terhadap tugas, peran hidup dalam bersosialisasi.
3. Memiliki kemampuan berinteraksi sosial (human relationship).
4. Memiliki kemampuan berkomunikasi baik secara verbal maupun non verbal.
5. Memiliki kemampuan untuk menyesuaikan diri(adjusment)

C) Macam-Macam Masalah Pribadi dan Sosial

1.Masalah Pribadi

a) Merasa malas untuk melaksanakan ibadah : shalat, shaum, sidkah, dan amal shaleh lainnya.
b) Kurang memiliki kemampuan untuk bersabar dan bersyukur.
c) Masih memiliki kebiasaan berbohong.
d) Masih memiliki kebiasaan menyontek.
e) Kurang motivasi untuk mempelajari agama
f) Stress
g) Depresi
h) Putus asa
i) Belum memiliki rasa disiplin.
j) Belum dapat menghormati orang tua secara iklas
k) Dalam melakukan perbuatan tanpa dipertimbangkan resikonya.
l) Masih merasa rendah diri (Inferiority)

2.Masalah Sosial

a) Kurang menyenangi kritikan orang lain.
b) Kurang memahami etika pergaulan.
c) Merasa malu untuk berteman dengan lawan jenis.
d) Kurang mampu mnyesuaikan diri.
e) Penyakit sosial seperti : tawuran, gang motor, ‘pemalakan’, pencurian, dll.

D) Gejala yang ditimbulkan karena permasalahan pribadi sosial diantaranya

a) Susah makan
b) Susah tidur
c) Berbohong
d) Suka melangggar aturan
e) Ketakutan
f) Keluar keringat dingin
g) dan lainnya






E) Sebab munculnya permasalahan di bagi menjadi dua yaitu :

1. Sebab Sekunder
Sebab Sekunder ialah sebab langsung mengapa permasalahan itu bisa terjadi

2. Sebab Primer
Sedangkan sebab primer ialah sebab yang ada namun tak terlihat yang menyebabkan adanya sebab sekunder

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar